Anak sampai di sekolah, orang tua langsung tahu.
SIAGA mengirim kabar kehadiran datang dan pulang ke wali murid lewat WhatsApp, pada jam kejadiannya — bukan keesokan harinya.
Bapak Andi, ananda Rani sudah tiba di sekolah pukul 06.45.
06.46Bapak Andi, ananda Rani sudah pulang dari sekolah pukul 12.10.
12.11Tiga hal yang biasanya jadi masalah.
Bukan karena sekolah tidak berusaha memberi kabar, tetapi karena caranya bertumpu pada nomor pribadi dan ingatan orang.
Tiga langkah, hitungan detik.
Sekolah tidak perlu mengubah cara mencatat kehadiran. SIAGA menempel di belakang proses yang sudah berjalan.
-
Siswa tercatat hadir.
Sistem absensi sekolah memberi tahu SIAGA. Belum punya sistem absensi? Operator sekolah bisa mengirim langsung dari dashboard.
-
Pesan disusun.
Template milik sekolah diisi nama wali, nama siswa, dan jam kejadian. Nomor yang sudah menolak menerima otomatis dilewati.
-
Wali murid menerima.
Pesan terkirim dari nomor WhatsApp sekolah, dengan jeda wajar dari pesan sebelumnya. Statusnya langsung tercatat di dashboard.
Cukup untuk dipakai sehari-hari, bukan sekadar demo.
-
Template pesan
Susun sekali, pakai setiap hari. Nama wali, nama siswa, dan jam terisi sendiri saat pesan dibuat.
-
Kirim satuan dan massal
Satu pesan per kejadian, atau pengumuman ke seluruh angkatan — sampai 500 penerima dalam satu permintaan.
-
Dashboard sekolah
Riwayat setiap pesan beserta statusnya, dan grafik pengiriman 14 hari terakhir. Data sekolah Anda terpisah dari sekolah lain.
-
Sambungan ke sistem absensi
Kunci API untuk menghubungkan sistem yang sudah Anda pakai. Kunci idempotensi mencegah pesan terkirim dua kali.
-
Beberapa nomor sekaligus
Pisahkan nomor per jenjang atau per kampus, masing-masing dengan kuota hariannya sendiri.
-
Peringatan kesehatan nomor
Saat sebuah nomor mulai bermasalah, operator diberi tahu lebih dulu — sebelum pesan gagal dalam jumlah besar.
Laju yang ditahan, supaya nomor sekolah bertahan.
Nomor WhatsApp yang mengirim ratusan pesan pada hari pertamanya akan diblokir. SIAGA menahan lajunya lewat aturan yang berjalan otomatis dan tidak bisa dimatikan demi mengejar target.
-
Hari 1–330
-
Hari 4–780
-
Hari 8–14150
-
Hari 15–21250
-
Hari 22 ke atas300
Batas pesan per hari untuk sebuah nomor baru, naik bertahap sampai kapasitas penuh 300 pesan per hari — dengan atap 80 pesan per jam.
-
6–12 detik
Jeda acak antarpesan untuk kabar kehadiran, ditambah jeda mengetik seperti orang sungguhan.
-
30–60 detik
Jeda untuk pengumuman massal. Pengiriman massal adalah risiko blokir yang paling tinggi, jadi sengaja dibuat lambat.
-
06.00–20.00
Jendela kirim waktu setempat. Di luar jam itu pesan ditahan dulu, bukan dibuang.
-
0–100
Skor kesehatan tiap nomor, dihitung ulang tiap jam. Saat skornya turun, SIAGA melambat dengan sendirinya.
Ketika WhatsApp benar-benar membatasi sebuah nomor, SIAGA menjeda pengiriman selama enam jam dan memberi tahu operator — bukan mencoba terus sampai nomornya mati. Memindai ulang kode QR pada saat itu justru memperburuk keadaan, jadi sistem tidak menawarkannya sebagai jalan pintas.
Menerima pesan dari sekolah lewat SIAGA?
Pengirimnya adalah sekolah
Pesan dikirim dari nomor WhatsApp milik sekolah, bukan dari nomor SIAGA. Bila ragu, cocokkan nomornya dengan yang diumumkan sekolah.
Tidak pernah meminta kode atau uang
Notifikasi kehadiran tidak pernah meminta OTP, PIN, atau transfer, dan tidak pernah menyuruh membuka tautan pembayaran. Abaikan pesan semacam itu, siapa pun yang mengaku mengirimnya.
Berhenti kapan saja
Balas BERHENTI untuk berhenti menerima, atau MULAI bila ingin menerimanya lagi. Berlaku seketika, tanpa perlu menghubungi sekolah.
Yang paling sering ditanyakan sekolah.
Apakah wali murid perlu memasang aplikasi baru?
Tidak. Pesan masuk ke WhatsApp yang sudah mereka pakai sehari-hari. Tidak ada pendaftaran, tidak ada kata sandi, tidak ada aplikasi tambahan.
Nomor siapa yang dipakai mengirim?
Nomor WhatsApp milik sekolah. Anda memindai satu kode QR seperti saat menyambungkan WhatsApp Web, dan sejak itu pesan keluar atas nama nomor tersebut. Nomornya tetap milik sekolah dan bisa dilepas kapan saja dari ponsel Anda.
Kami sudah punya sistem absensi. Bisa disambungkan?
Bisa. Sistem Anda memanggil satu endpoint SIAGA setiap kali seorang siswa tercatat hadir atau pulang, memakai kunci API milik sekolah. Kalau belum ada sistem absensi, operator sekolah tetap bisa mengirim langsung dari dashboard.
Berapa lama sampai bisa dipakai penuh?
Nomor baru mulai dari 30 pesan per hari dan mencapai kapasitas penuh sekitar tiga minggu kemudian. Ini disengaja: nomor yang langsung mengirim ratusan pesan akan diblokir WhatsApp.
Artinya sekolah dengan banyak wali murid sebaiknya dijalankan bertahap — misalnya satu jenjang lebih dulu. Kalau sekolah sudah punya nomor lama yang tersimpan di kontak para wali murid, tahap ini bisa dilewati.
Bagaimana kalau nomor sekolah tetap kena pembatasan?
SIAGA mendeteksinya, menjeda pengiriman pada nomor itu, dan memberi tahu operator. Pesan yang tertahan tidak hilang selama masih di dalam masa berlakunya. Sekolah yang mengirim dalam jumlah besar sebaiknya menyiapkan lebih dari satu nomor sejak awal.
Bagaimana dengan data siswa?
SIAGA menyimpan nomor tujuan, isi pesan yang dikirim, dan statusnya. Data tiap sekolah terpisah dan hanya bisa dilihat oleh akun sekolah tersebut. Wali murid yang sudah menolak menerima pesan otomatis dilewati pada setiap pengiriman berikutnya.
Mulai dari satu nomor, satu jenjang.
Ceritakan kondisi sekolah Anda — berapa wali murid yang perlu dijangkau, sistem absensi yang dipakai, dan kapan ingin mulai. Kami bantu susun urutan penerapannya supaya nomor sekolah aman sejak minggu pertama.
Hubungi kami lewat WhatsAppNomor WhatsApp tetap milik sekolah dan bisa dilepas dari SIAGA kapan saja.